Presiden Pantau Perkembangan Bandara Wirasaba

Kamis, 31 Agustus 2017

Presiden Joko Widodo terus memeriksa kelanjutan pembangunan Bandar Udara Wirasaba, Purbalingga, Jawa Tengah.

Pada hari Senin (7/8/2017), Presiden Jokowi memanggil Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi untuk mengetahui perkembangan proyek tersebut.

"Presiden tadi tanya, akan seberapa besar bandaranya lalu kapan dimulai dan sebagainya," tutur Budi, usai bertemu Presiden di Kompleks Istana Presiden, Senin.

Budi Karya menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan yang dilakukannya, pembangunan Bandara Wirasaba akan segera dimulai bulan November 2018 mendatang dengan rencana panjang runway yaitu 30x2.400 meter, sehingga pesawat Boeing 737 dapat beroperasi. Selain itu, Bandara Wirasaba rencananya dilengkapi hanggar pesawat.

"Mungkin nanti 10 pesawat (bisa masuk). Tapi bandara ini hanya untuk penerbangan domestik saja ya," jelas Budi.

Sejauh ini, sejumlah hal sudah mulai dipersiapkan untuk pembangunan Bandara Wirasaba, termasuk mengenai pembebasan lahan yang sudah mulai dilaksanakan dengan cara bekerjasama dengan TNI Angkatan Udara.

"Sekarang ini sudah bebas 150 hektare yang merupakan milik TNI AU," ujar Budi.

Bandara Wirasaba sebelumnya adalah milik TNI AU. Bandara tersebut kemudian direncanakan untuk dikomersilkan. Landasan pacu Wirasaba saat ini memiliki panjang 850 meter sehingga hanya mampu mengakomodasi pesawat Cassa dan Boeing.

Dalam rencana operasional ini, Lanud Wirasaba didesain seluas total 51,35 hektare, yang terdiri dari lahan milik Tentara Nasional Angkatan Udara seluas 43,91 hektare dan lahan masyarakat seluas 7,44 hektare.

Sumber: nasional.kompas.com
Image: jawakini.com