Ketahui Peran dan Tugas Rider Sebelum Touring

Selasa, 12 September 2017

Banyak orang yang salah paham mengartikan kegiatan ‘touring’. Touring dalam dunia otomotif seringkali diartikan sebagai kegiatan mengendarai motor secara bersamaan dan beriringan yang terdiri dari 4 motor atau lebih. Mereka yang mengartikan touring seperti ini biasanya cenderung arogan di jalan karena merasa jalan tersebut milik mereka. Padahal, touring tidak sesederhana jalan-jalan mengendarai motor secara bersamaan.

Arti touring sendiri secara kurang lebih dapat diartikan sebagai kegiatan klub atau perorangan yang melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor dari satu kota ke kota lainnya secara beriringan, tertib, dan dalam pengawasan. Touring yang benar adalah yang tidak mengganggu lalu lintas, tidak arogan, dan selalu menghormati pengguna jalan lainnya. Tujuan dan esensi utama dari kegiatan touring adalah menikmati perjalanan jarak jauh dengan sepeda motor secara bersamaan tanpa mengganggu lalu lintas.

Lalu, bagaimana mungkin rombongan motor yang bisa berjumlah sampai 20 orang jalan bersamaan tidak mengganggu lalu lintas? Caranya tentu dengan mengikuti aturan yang ada dan berbagi peran antar rider. Jangan salah, dalam setiap rombongan touring, ada beberapa rider yang memiliki peran khusus untuk memastikan perjalanan touring tersebut dapat berjalan dengan baik.

Apa saja peran mereka?

1. Road Captain (RC)

Road Captain atau RC adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam perjalanan pulang-pergi. Tugas besar RC kurang lebih memastikan seluruh anggotanya berada dalam jalur yang benar dan tiba secara bersamaan. Di awal keberangkatan, RC akan memberikan briefing mengenai perjalanan tersebut. RC juga akan menentukan rute pulang dan pergi serta seluruh rest point dan SPBU. RC juga bertanggung jawab mengambil keputusan saat terjadi keadaan darurat dengan berkoordinasi dengan petugas touring lain.

2. Safety Officer (SO)

Tugas SO dalam lingkup yang besar adalah menjaga keselamatan rombongan touring mulai dari memastikan rute yang akan dilewati aman dan layak untuk dilalui. SO juga selalu bekerjasama dengan VO dalam hal mengatur kecepatan kelompok dengan pertimbangan keselamatan bersama. SO akan selalu berada di posisi depan dan diperbolehkan untuk melepaskan jauh diri ke depan untuk mengantisipasi keadaan.

3. Voorijder (VO)

Tugas utama seorang VO adalah memimpin perjalanan rombongan dengan mengatur ritme kecepatan seluruh peserta dengan masukan dan koordinasi dari SO, SW, dan RC. VO juga harus memberikan tanda-tanda (hand & foot sign) dan wajib disampaikan secara berantai oleh seluruh peserta di belakangnya. Tim VO juga harus memiliki inisiatif dalam mengambil jalan yang aman bagi seluruh peserta dengan berbagai konsekuensi yang bisa dipertanggungjawabkan.

4. Sweeper (SW)

Untuk sweeper sendiri dibagi menjadi dua yaitu mid-sweeper (sweeper tengah) dan end-sweeper (sweeper belakang). Tugas utama dari SW memastikan seluruh peserta touring tetap pada posisinya masing-masing. Sesuai dengan namanya, mid-sweeper berada di posisi tengah-tengah rombongan dan diperkenankan untuk maju hingga VO untuk berkoordinasi jika ada kendala pada rombongan. Sedangkan end-sweeper berada di paling belakang rombongan untuk memastikan tidak ada yang tertinggal. End-sweeper berhak maju hingga posisi mid-sweeper untuk berkoordinasi jika ada kendala pada barisan belakang.

5. Technical Officer (TO)

Seorang Technical Officer (TO) harus mengetahui teknik dasar perbaikan kendaraan untuk mengantisipasi adanya masalah dari sisi teknis pada kendaraan peserta touring. TO harus mempersiapkan tool kit standard dan spare-part fast moving cadangan jika ada kerusakan sparepart pada kendaraan peserta yang harus segera diganti. Jika kendala kendaraan tidak bisa ditangani, seorang TO harus memberitahu RC untuk mencari bengkel terdekat.

6. Medical Officer (MO)

Seorang Medical Officer (MO) wajib mengerti dasar-dasar Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dalam menangani insiden yang terjadi dalam rombongan. MO harus mempersiapkan obat-obatan umum untuk mengantisipasi musibah kecelakaan yang terjadi pada rombongan. Selain itu, MO juga harus mengambil tindakan medis lebih lanjut jika terjadi kecelakaan yang cukup fatal dengan merujuk ke Rumah Sakit terdekat. Sebelum keberangkatan, MO harus memastikan seluruh kondisi fisik para peserta sudah baik.

Posisi dan tugas para rider ini merupakan hal umum dalam kegiatan touring. Seluruh peran ini dilakukan agar perjalanan touring dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. Peserta pun tidak perlu khawatir akan berbagai macam hal karena segala sesuatu sudah diatur dengan rapi. Sebelum Anda melakukan touring, pastikan rombongan Anda memiliki orang-orang yang akan menjalankan peran diatas. Ingat, touring bukan sekedar mengendarai sepeda motor bersama, tapi menikmati perjalanan dan tiba di tujuang menggunakan sepeda motor dengan selamat, aman, dan nyaman.

Image: seputarmakassar.com, jrr.web.id