Daus Separo, Bersepeda Juga Ada Aturannya

Kamis, 27 November 2014

Bukan hanya mobil dan motor, sepeda juga merupakan salah satu moda transportasi yang mobilitasnya cukup tinggi sehingga perlu diatur. Hal ini ikut menarik perhatian komedian Daus Separo yang sering mengisi waktu luangnya dengan bersepeda.

Meski tidak memerlukan surat-surat seperti SIM dan STNK saat mengendarai sepeda, ada peraturan-peraturan yang juga harus ditaati para pesepeda saat di jalan raya. Sebab, pesepeda merupakan salah satu yang rentan mengalami kecelakaan terutama di jalan raya yang padat kendaraan bermotor. Sebagian besar dari peraturan tersebut sudah diterapkan Daus. Hal ini terlihat dengan perlengkapan yang selalu dikenakannya saat bersepeda seperti helm khusus sepeda, sarung tangan dan sepatu. Lelaki kelahiran Jakarta 11 Februari 1972 itu juga selalu mengendarai sepedanya di lajur paling kiri atau lajur khusus sepeda.

“Biarpun bukan kendaraan bermotor, peraturan ini tetap harus dipatuhi demi keselamatan di jalan raya,” ujar Daus.

Meski demikian, Daus mengaku terkadang melakukan sesuatu yang tanpa disadari sebetulnya berbahaya bagi pengendara sepeda. Pernah suatu kali ia membonceng seseorang di belakang sepedanya, padahal sepeda tersebut tidak dilengkapi bangku penumpang. Orang yang diboncenginya terpaksa  berdiri dengan tumpuan as roda sepeda Daus. Sebetulnya hal tersebut sangat berbahaya bagi orang penumpang. Syarat memboncengi penumpang adalah dengan menggunakan bangku khusus penumpang.

Komedian bernama asli Muhammad Firdaus ini juga mengaku pernah berpegangan pada kendaraan bermotor yang sedang bergerak. Hal itu dilakukan untuk menghemat tenaga karena ia tidak perlu mengayuh sepedanya. Hal ini juga sangat berbahaya, sebab pengemudi sepeda tidak pernah tahu berapa kecepatan kendaraantersebut. Bisa saja pengendaranya memacu kecepatan atau berhenti secara tiba-tiba yang dapat membuat pesepeda celaka.

Maka agar tidak celaka, alangkah baiknya jika pesepeda juga menaati peraturan lalu lintas yang sudah ditetapkan.